Sunday, February 5, 2012

Sejarah Kisah Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Sejarah Kisah Kelahiran Nabi Muhammad SAW - Hari ini merupakan hari kelahiran nabi yang bertepatan dengan 12 Rabiulawal dan 05 Februari 2012 merupakan hari bersejarah bagi umat Islam untuk mengenang dan mengingat kisah perjalanan Nabi Muhammad Rasulullah SAW. Dimana nabi Muhammad adalah sosok yang penuh dengan suri tauladan, kisah hidupnya menjadi kisah yang patut untuk diteladani, Dia mengajarkan bagaimana bertutur sapa yang baik, berdagang yang baik, bekerja yang baik, menjadi pemimpin yang bijaksana, menjadi suami yang bertanggung jawab, menjadi manusia yang patuh pada Allah, menjadi sahabat yang bisa dipercaya, pedagang yang jujur, ucapannya jujur, perangainya yang mulia, janji yang bisa ditepati.

Nabi Muhammad adalah nabi yang terakhir diutus Allah ke bumi untuk menyelamatkan manusia dari jalan kesesatan. Baginda nabi adalah Rasul yang menjadi penerang dari jalan ke gelapan, yang mengangkat derajat wanita muslim, yang menghargai hak asasi manusia, Nabi muhammad adalah sosok pemimpin yang menggemparkan dunia. Pengaruhnya hingga ke pelosok bagian bumi jauh dari mekah termasuk Indonesia. Nabi Muhammad adalah nabi akhir zaman, tidak ada nabi setelah beliau.

Baginda Nabi Muhammad lahir dari Keturunan Quraisy. Nabi Muhammad telah dilahirkan di Makkah, pada hari senin, 12 Rabiulawal (20 April 571M). Ibu baginda, yaitu Aminah binti Wahab, adalah anak perempuan dari Wahab bin Abdul Manaf dari keluarga Zahrah. Ayahnya, Abdullah, ialah anak dari Abdul Muthalib. Keturunannya dari Nabi Ismail berdasarkan sil silah keluarga, ismail adalah anak dari Nabi Ibrahim.

Ayahnya telah meninggal sebelum kelahiran Baginda Nabi Muhammad. Sementara ibunya meninggal ketika baginda berusia kira-kira enam tahun, menjadikannya seorang anak yatim piatu. Menurut tradisi keluarga orang Mekah, baginda dipelihara oleh seorang ibu angkat(ibu susu:-wanita yang menyusukan baginda) yang bernama Halimahtus Sa'adiah. kampung halamannya di pegunungan selama beberapa tahun. Dalam tahun-tahun itu, baginda telah dibawa ke Makkah untuk mengunjungi ibunya. Setelah ibunya meninggal, baginda dijaga oleh kakeknya, Abdul Muthalib. karena kakeknya meninggal juga meninggal, baginda dijaga oleh bapa saudaranya, Abu Talib. Ketika inilah baginda sering kali membantu mengembala kambing-kambing bapa saudaranya di sekitar Mekah dan kerap sekali menemani dalam urusan perdagangan ke Syam (Syria).

Sejak kecil, baginda tidak pernah menyembah berhala dan tidak pernah terlibat dengan kehidupan sosial arab jahiliyyah yang merusak, menyesatkan dan penuh kekufuran.

Reaksi:

2 comments:

  1. artikel ini sangat religius, yah semoga indonesia menjadi negara yang mampu meniru pemerintahan di masa Nabi muhammad
    aminn...

    ReplyDelete

Silahkan Berkomentar, Terkait Artikel ini...