Thursday, December 1, 2011

Tujuan Menikah | Mutiara kata Pernikahan

Tujuan Menikah | Buat apa menikah? - RasulAllah telah bersabda bahwa bila kamu telah merasa mampu maka menikahlah karena menikah itu lebih baik untuk mencegah perbuatan maksiat. Benarkah ungkapan itu? yaa benar untuk anda yang menikah dengan tujuan ibadah bukan untuk menggratiskan pemuasan hawa nafsu (maaf) karena sebagian orang ada yang menikah siri hanya untuk memuaskan yang dibawah perut, Sudah punya istri dirumah yang cantik, setia, sholeh tapi sang suami tetap saja mencari wanita lain yang lebih sedap menurutnya. Padahal Rumput tetangga belum tentu lebih enak dari rumput sendiri (iklan LA). lalu apa tujuan menikah? simak tulisan berikutnya...

Kembali lagi pada sabda Rasul bahwa : bila kamu merasa tidak mampu secara lahir maupun batin juga materi maka lebih baik kamu puasa, karena dengan puasa dapat mencegah pikiran kotor.

Sebenarnya pernikahan atau menikah memiliki tujuan yang mulya bila menikah dengan tujuan ibadah yaitu :

  • Memiliki keturunan yang sholeh dan sholehah
  • Mencegah perbuatan maksiat (zina)
  • Membentuk keluarga islam yang madani
  • Menyatukan umat islam agar tidak bercerai berai
  • Membina keluarga yang sejahtera dalam naungan islam
  • Memperkuat Ekonomi dan kesejahteraan

Namun semua tujuan itu akan sirna bila sebuah pernikahan hanya didasarkan pada pemuasan nafsu syahwat, karena bila seseorang menikah hanya untuk memuaskan nafsu (karena ia cantik, karena ia ganteng) maka suatu saat pernikahan itu akan terasa hambar dan selanjutnya salah satu dari mereka akan mencari idaman lain. WAllahu'alam jangan sampai terjadi pada diri kami dan juga anda.

Ada seorang wanita bahkan ada yang saking takutnya dengan pernikahan dia mengungkapkan bahwa Menikah bukanlah suatu solusi untuk memecahkan permasalahan keluarga dan juga ekonomi yang akhirnya hingga kini dia menjalani hidup sendiri dalam dunia hitam yaitu menjadi wanita penghibur di klub malam. miris mendengarnya...

Ada sebuah ungkapan yang menyatakan bahwa : Sebesar apa pun kesuksesanmu dalam meniti karir di perusahaan atau dalam pekerjaan namun bila kamu gagal dalam membina menjaga keutuhan rumah tangga/pernikahan maka semua kesuksesan itu tidak ada gunanya.

Menjadi Janda atau Duda memang tidaklah memalukan asalkan anda berada pada jalur yang benar, dalam kehidupan sehari hari dan setiap waktu selalu menjunjung tinggi kaedah islam, menjadi muslim dan muslimah yang sholeh dan sholehah bukan hanya dalam ucapan namun dari hati yang penuh ikhlas.

Nasehat untuk anda yang mau menikah :

Menyatukan dua keluarga itu memang tidaklah mudah, namun jika anda menyatukan dengan iman dan karena Allah Ta'ala segalanya akan menjadi lebih mudah. Tingkatkan kesabaran, pilihlah suami atau istri yang memiliki iman yang kuat dan sabar.

Buat apa menikah kalau menikah hanya untuk menguatkan status... terkadang kami merasa heran mengapa ada orang berfikir menikah hanya untuk status, setelah menikah cerai lagi tidak masalah yang penting pernah menikah, lebih baik menjadi janda muda daripada menjadi perawan tua. 
Sebagai muslim dan muslimah, tolonglah jangan menodai pernikahan kasihan tuh pak wali yang menikahkan anda. eman juga biaya pernikahan yang dibuang begitu saja. Kalo tidak ada niatan untuk menguatkan tali perkawinan yaa mending aja nggak usah nikah sekalian.

Menurut kami akhir akhir ini mudah sekali seseorang menuntut perceraian hanya karena hal sepele : misalnya karena pertengkaran yang dibuat buat (padahal tuh ada PIL/WIL), Alasan ekonomi  yang kurang mapan. kedua alasan ini kan alasan yang tidak seharusnya sebuah perceraian dikabulkan? karena kedua alasan ini adalah alasan orang orang yang hanya mementingkan pemuasan nafsu yang tanpa mempedulikan dan menghargai sucinya pernikahan. dan di Indonesia memang tidak ada undang undang perceraian yang ada hanya UUD Perkawinan. yang kami nilai ada pasal yang bisa melemahkan perkawinan.


Muslim dan muslimah, mari perkuat Keimanan, kesabaran dan ketakwaan kita. Kendalikan hawa nafsu...
Innallaha ma'ashobirin...
Allah beserta orang orang yang sabar.

Mohon maaf bila coretan ini mungkin tidak berkenan, karena ini hanya sebuah buah pikir seorang Gembala kambing yang belajar online di Chen's Blog.

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan Berkomentar, Terkait Artikel ini...